Monday, July 15, 2024
HomeDAERAHBANDAR LAMPUNGTelah Di Buka Rumah Makan Alas Cobek di Bandar Lampung

Telah Di Buka Rumah Makan Alas Cobek di Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG –  Alas Cobek merupakan nama resto di Kota Bandar Lampung yang mengusung konsep tradisional. Alas Cobek berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi No. 66, Bandar Lampung sebelum hotel emersia, sebelah kanan jalur menuju kantor Gubernur Provinsi Lampung

Nama Alas Cobek sendiri bukan berarti bahasa dari filosofi sebuah nama atau dimaknai dari arti tertentu dalam berbagai literasi. Secara sederhana, dinamai Alas Cobek karena resto ini secara penyajiannya menggunakan wadah berupa cobek

Menu dari resto Alas Cobek ini adalah olahan bebek dan olahan burung puyuh. Bebek panggang dan burung puyuh goreng menjadi menu favorit konsumen, terutama para pelancong.

Sebut saja influenser asal korea Hari Jisun. Youtuber itu pernah berkunjung ke Alas Cobek untuk membuat konten. Saat itu Hari Jisun ditemani ibunya melahap hidangan burung puyuh goreng khas Alas Cobek. Video itu ia unggah di kanal youtube Hari Jisun dengan “Bilangnya kasihan tapi habis 6 ekor puyuh goreng..!” Pada 20 Desember 2019

“3 tahun yang lalu. Desember influenser Hari Jisun dengan ibunya makan di sini. Dia bikin konten juga, dari sore sampai malem. Makan bebek, puyuh goreng, ayam, ikan,” kata Asep Muzaki Senafal pemilik resto alas cobek, kepada awak media, Jum’at (24/02)

Selain Hari Jisun, banyak influenser yang membuat konten di resto itu. Khususnya influenser asal Lampung, seperti siger foodies, Lampung Kuliner, Kuliner Lampung dan influenser lainnya juga sudah pernah datang ke Alas Cobek.

“Pernah jadi tempat ngumpul Mancing Mania, terus youtuber Rizalmuk juga pernah ke sini. Kalau dari Lampung sudah banyak,” katanya

Saat ini Alas Cobek sudah menginjak umur delapan tahun, tentu itu bukan waktu yang sebentar, perjalanan dan berbagai macam pengalaman sudah dilewatinya

Di balik kesuksesan mendirikan resto, Zaki sapaan akrabnya mengaku banyak melalui berbagai macam kesulitan. Mulai dari persoalan managemen, kesediaan bahan baku, hingga yang terparah menghadapi pandemi covid-19.

“Paling parah pas covid, penghasilan turun lebih dari 50 persen. Bayangkan saja, tidak ada pengunjung yang datang, PPKM di mana – mana, jalan ditutup. Yang kita andalkan hanya transaksi online,” terangnya.

Tidak sedikit pengusaha yang hancur akibat pandemi lalu, terutama yang sangat terdampak adalah pengusaha di bidang kuliner. Zaki bersyukur usahanya berhasil melewati masa – masa sulit itu.
Zaki mengaku pandemi covid-19 merupakan pengalaman terburuk yang pernah ia alami selama menjadi pengusaha kuliner. Terlepas dari masalah itu, kini Zaki dihadapi dengan kendala ketersediaan bahan baku yang terbatas.

Ketersediaan bebek saat ini dinilai cukup sedikit, menurutnya hal itu dikarenakan sudah banyaknya pengusaha kuliner yang menggunakan menu bebek

“Kendala kita di bahan baku, terutama bebek. Saat ini cukup sulit, banyak pemain bebek. Dulu baru saya yang gencar mengampanyekan bebek,” tukasnya. (Advertorial)

مقالات ذات صلة

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Baca Lainnya :