Sungguh Malang, Pelajar SMP Ini Tenggelam di Way Sekampuh

0
22
Advertisement

Infolampungnews.com, PRINGSEWU – Nasib naas dialami Raihan (15) warga Pekon Sinarwaya kecamatan Adiluwih Pringsewu.

Bagaimana tidak, setelah berhasil menolong temannya yang hendak tenggelam disungai, dirinya malah kehabisan tenaga dan kemudian tenggelam.

Kapolsek Sukoharjo Iptu Timur Irawan, SH, MH menuturkan, korban tenggelam saat sedang berenang di aliran sungai way sekampuh yang berlokasi di Pekon Sukoharjo IV kecamatan Sukoharjo Pringsewu pada Minggu (5/9/2021) sekira jam 15.30 Wib

Kejadian bermula saat korban bersama sejumlah rekannya sedang bermain disekitar aliran sungai Way Sekampuh. Pada saat itu sebagian rekan korban ada yang berenang disungai. Pada saat sedang berenang salah satu rekan korban yang memang tidak mahir berenang terlihat berteriak minta tolong karena akan tenggelam.

Advertisement

Korban yang sudah terbiasa berenang lalu berusaha menolong korban yang posisinya berada ditengah sungai.

“Namun naas, Setelah berhasil menolong rekannya, korban diduga kehabisan tenaga lalu gantian tenggelam” tuturnya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIk pada Minggu (5/9/21) malam

Dijelaskan Kapolsek, lokasi tempat tenggelamnya korban merupakan aliran sungai berarus tenang yang memiliki kedalaman sekitar 2 meter.

Korban yang masih berstatus pelajar SMP tersebut baru diketemukan sekitar 20 menit kemudian oleh warga masyarakat dan petugas Kepolisian dalam posisi tenggelam didasar sungai yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi awal tenggelam.

Setelah korban berhasil dievakuasi kemudian dilakukan identifikasi dan pemeriksaan terhadap tubuh korban bersama tenaga medis dari Puskesmas Sukoharjo, saat itu korban dinyatakan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Dari hasil identifikasi dan diperkuat hasil visum korban sebab kematian korban karena murni akibat tenggelam”jelas Kapolsek.

Atas kejadian tersebut kemudian warga menyampaikan berita duka tersebut kepada pihak keluarga.

Walaupun masih merasa tidak percaya akan nasib naas yang dialami putranya, namun pihak keluarga mengaku menerima dan mengiklaskan kepergian buah hatinya tersebut.

“Keluarga korban sudah menerima dan tidak bersedia dilakukan proses Outopsi terhadap tubuh korban. Maka jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman” terang Kapolsek

dalam kesempatan itu Kapolsek mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain atau berenang disepanjang aliran disungai apabila tidak memiliki keahlian berenang.

Lanjutnya, Saat ini memang debit air disepanjang aliran sungai way sekampung sedang tinggi pasca dibukanya pintu air bendungan way sekampung.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak main atau berenang disepanjang aliran sungai karena memang debit air sedang tinggi. Dan orang tua juga harap memperhatikan anak anaknya” tandasnya (*Ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here